Besok Petang, Pengumuman SBM PTN 2014 Online

Bagi 664 ribu lebih pendaftaran SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri), tentu cemas menunggu hasil pengumuman kelulusan.

Panitia SBMPTN 2014 memastikan bahwa pengumuman kelulusan sudah bisa dilihat besok (16/7) melalui website www.sbmptn.or.id pukul 17.00 WIB. Selain melalui online, pengumuman juga di koran pada Kamis, 17 Juli.

Sekretaris Pokja Panitia SBM PTN Bambang Hermanto mengatakan, pendaftar SBM PTN untuk kategori saintek mencapai 240.278 orang. Kemudian untuk kategori sosial humaniora (soshum) 258.035 orang. Sedangkan pelamar kelompok campuran (saintek dan soshum) berjumlah 166.196 orang.

Sampai tadi malam, Bambang belum bersedia membeber jumlah peserta tes SBM PTN yang dinyatakan lulus ujian. "Ditunggu saja sampai keluar pengumuman resmi SBMPTN dari panitia pada 16 Juli depan," katanya kemarin.

Bambang hanya menjelaskan bahwa kuota mahasiswa baru dari saringan SBM PTN yang tersedia berjumlah 103.346 orang. Dengan jumlah pendaftar yang mencapai 664.509 orang, berarti rata-rata perbandingannya adalah 1:6,4. Artinya satu kursi mahasiswa baru diperebutkan hingga 6 orang pelamar.

Tetapi untuk program studi (prodi) tertentu, tingkat perbandingan kursi yang tersedia dengan pelamar bisa lebih besar lagi. Misalnya untuk jurusan atau prodi manajemen, teknik informatika, sistem informasi, sistem komputer, dan rumpun jurusan di fakultas kedokteran.

Bambang menuturkan sepuluh PTN dengan peminat tertinggi tersebar di sejumlah lokasi. Nomor tertinggi adalah Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dengan 78.535 pelamar. Disusul kemudian oleh Universitas Sumatera Utara (73.726), Universitas Hasanuddin Makassar (72.149), dan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta (71.193).

Menurut Bambang, SBM PTN merupakan salah satu jalur masuk kuliah di kampus negeri. Sebelumnya sudah dilakukan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri).

Kuota mahasiswa baru di SNM PTN lebih besar, karena minimal 50 persen dari total kuota mahasiswa baru di seluruh PTN. Sedangkan kuota SBM PTN rata-rata antara 30 persen hingga 40 persen.

"Jadi memang peminat atau pelamar SNMPTN lebih tinggi dari SBM PTN. Karena peluang diterimanya lebih besar di SNM PTN," paparnya.

Bambang mengatakan jumlah pelamar SNM PTN mencapai 777.536 orang. Bagi pelamar yang tidak diterima di SBM PTN maupun di SNM PTN, masih ada peluang untuk masuk PTN. Di sejumlah PTN ada yang menerapkan ujian atau seleksi mandiri. Kuotanya maksimal seleksi mandiri hanya 30 persen dari total kuota mahasiswa baru di PTN. 

Read More..

UNS Sediakan 2.360 Kursi via SBMPTN yang di umumkan tgl 16 Juli

Kuota Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 2.360 kursi mahasiswa baru. Jumlah tersebut termasuk tambahan 200 kursi kosong dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang tak terisi karena mahasiswa baru yang diterima tak daftar ulang.

“Yang tidak terpenuhi dari jalur sebelumnya (SNMPTN) kita tambahkan ke kuota SBMPTN. Kemarin tidak terpenuhi karena tidak seluruhnya daftar ulang, ada sekitar 200 (kursi) kosong,” kata Ketua Panitia Lokal (Panlok) 44 Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Sutarno.

Pembantu Rektor I UNS tersebut mengatakan, secara rinci jumlah tersebut terdiri atas 40 persen total kuota UNS 5.400 kursi ditambah 200 kursi kosong SNMPTN. dia Di sisi lain, kuota SBMPTN UNS bakal mendapat tambahan sebanyak 200, yang berasal dari kursi kosong kosong jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Praktis, kini kuota total SBMPTN UNS mencapai 2.360. "Jika dari SBMPTN nanti ada yang tidak daftar ulang, akan dialihkan ke jalur Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT)," katanya.

Sebagai informasi, sebanyak 19.172 dari 58.662 peminat UNS jalur SBMPTN melakukan ujian di panlok 44 SPMB UNS. Secara rinci disebutkan jumlah tersebut terdiri dari 7.845 pendaftar kelompok Saintek, 8.512 pendaftar kelompok Soshum, dan 2.815 pendaftar kelompok Campuran.

Sebanyak 3.724 di antaranya merupakan pemohon beasiswa Bidikmisi. Utul SBMPTN UNS menggunakan 13 sektor yang melibatkan 49 lokasi, yakni 23 lokasi di kampus UNS, 8 sekolah SMP, dan 18 SMA/SMK di Solo

Universitas Sebelas Maret (UNS) akan mengumumkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 sesuai dengan jadwal semula yakni 16 Juli mendatang.

Pengumuman hasil SBMPTN akan tetap sesuai jadwal sebelumnya. Bahkan dari panitia pusat telah mengirimkan undangan ke masing-masing panlok terkait rapat penetapan hasil di Jakarta pada 13 Juli besok,” ujar Ketua Panitia Lokal (Panlok) 44 Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sutarno.

Kendati tengah disibukkan dengan hiruk pikuk Pemilihan Presiden (pilpres) 2014, lanjutnya, tak ada rencana pengunduran terkait pengumuman hasil SBMPTN tersebut.

Sebelumnya, UNS telah mengirimkan hasil analisis data termasuk nilai ujian keterampilan yang telah diikuti oleh peserta. Demikian pula dengan catatan Lembar Jawaban Ujian (LJU) dan prestasi calon mahasiswa.

Sebelumnya, pada 17 Juni yang lalu sebanyak 19.172 peminat UNS jalur SBMPTN mengikuti ujian di panlok 44 SPMB UNS. Jumlah tersebut terdiri atas 7.845 pendaftar kelompok Saintek, 8.512 pendaftar kelompok Soshum, dan 2.815 pendaftar kelompok Campuran. Sementara itu, sebanyak 1.228 orang atau sekitar 6,41 persen peserta tidak hadir dalam ujian tersebut.
Read More..

Data Meragukan, 11 Penerima Bidik Misi ITS Terancam Dicoret

Sebanyak 11 calon mahasiswa baru ITS yang masuk melalui jalur bidik misi SNMPTN terancam dicoret.
Pasalnya data-data yang diajukan mereka dianggap meragukan dan harus divisitasi ulang. 

Humas SNMPTN dari ITS Ismaini Zain mengatakan, 11 penerima bidik misi ini diduga tidak memenuhi ketentuan sebagai penerima bisik misi. 

Sesuai ketentuan, pendapatan orangtua penerima bisik misi maksimal Rp 3 juta atau jika dibagi dengan jumlah anggota keluarga hanya sekitar Rp 750.000 per orang. 

"Dari 11 penerima beasiswa ini ada yang pendapatan orangtuanya Rp 4 juta atau bahkan Rp 9 juta. Ada juga yang pendapatannya ditulis Rp 3 juta tetapi memiliki mobil atau rumahnya besar,"terang Ismaini saat ditemui di sela-sela mengkoordinir proses daftar ulang calon mahasiswa baru ITS di Graha 10 November, Surabaya, Selasa (17/5/2014). 

11 penerima bidik misi yang diragukan ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Bali dan Jakarta.
Dalam visitasi, pihaknya akan melihat secara detail kondisi ekonomi keluarga penerima bidik misi. 

Selain itu pihaknya juga melakukan wawancara secara mendetail untuk memastikan apakah mereka bisa diterima atau bahkan ditolak. 

"Jika memang data-datanya tidak benar kami akan menggagalkan dia sebagai mahasiswa ITS. Jadi tidak hanya digagalkan dari penerima bidik misi, tetapi digagalkan sebagai calon mahasiswa ITS,"tegasnya. 

Jika keputusan menggagalkan calon mahasiswa itu terjadi berarti akan mengurangi kuota penerima bidik misi yang di SNMPTN ini ada 440 calon mahasiswa baru. 

Di SNMPTN tahun 2013 lalu ada sembilan penerima bidik misi yang divisitasi. Satu diantaranya digagalkan sebagai calon mahasiswa baru ITS. 

Salah satu orangtua calon mahasiswa bidik misi yang akan divisitasi langsung menangis ketika tahu data-datanya diragukan. 

Perempuan berkerudung yang enggan menyebutkan namanya ini mengaku kondisi ekonomi keluarganya memang kurang mampu meski anaknya bersekolah di bekas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Jakarta. 

"Anak saya ini pintar. Dari SD sampai SMA mempunyai prestasi. Walaupun dia sekolah di RSBI bukan berarti harus pakai uang. Di sekolah dia banyak mendapat keringanan karena memang kami bukan orang kaya,"terangnya sambil terisak. 

Dia berharap pihak ITS mengurungkan niatnya untuk memvisitasi dan langsung memasukkan anaknya di jurusan Teknik Informatika, seperti yang sudah diputuskan. "Kenapa harus divisitasi. Data kami benar kok,"katanya.
Read More..

Daftar SBMPTN, Ini Tipsnya

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 sudah diumumkan. Bagi mereka yang belum berhasil menembus seleksi berdasarkan nilai rapor itu tidak perlu berkecil hati karena masih ada kesempatan masuk PTN melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Namun, selain mempersiapkan diri secara akademis melalui belajar dan latihan soal, ada beberapa trik dan tips yang harus diketahui para pelajar ketika akan mendaftar SBMPTN. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka yang langsung membagikan tips tersebut untuk Anda.

Langkah pertama, kata Akhmaloka, setiap peserta harus terlebih dahulu mengetahui minat dan bakatnya pada bidang studi tertentu. "Lulusan SMA yang mau ikut SBMPTN harus tahu keinginan masuk program studi (prodi) apa. Itu pertama," papar Akhmaloka ketika berbincang dengan Okezone, Kamis (29/5/2014).

Langkah kedua adalah menyesuaikan diri minat dan bakat jurusan idaman dengan kemampuan akademis mereka. Para peserta, kata Akhmaloka, harus realistis atas kemampuan mereka dengan passing grade jurusan pilihan.

"Kedua, tolong pertimbangkan kemampuan seperti apa. Jangan sampai kemampuan tidak terlalu bagus tapi ambil Kedokteran yang passing grade-nya cukup tinggi. Kasihan," ungkapnya.

Terakhir, ujar Akhmaloka, penentuan kampus. Pemilihan kampus harus disesuaikan dengan ketersediaan jurusan dan tingkat persaingan di perguruan tersebut.

"Setelah mengukur kemampuan dan tahu mau ambil jurusan apa, baru memilih universitas apa. Misalnya mau ambil prodi Teknik Kimia. Jurusan itu kan ada di ITB, Universitas Indonesia (UI), maupun Universitas Lambung Mangkurat. Kalau memang punya kemampuan bagus bisa pilih UI, tapi kalau merasa tidak terlalu bagus bisa cari universitas lain dengan tingkat kompetisi dan passing grade lebih rendah," imbuh Akhmaloka.

Pengisian Borang SBMPTN Read More..

SNMPTN 2014, 1 Kursi Unnes Diperebutkan 15 Orang

Bisa menembus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 adalah sebuah pencapaian luar biasa. Sebab, para peserta harus bersaing dengan ratusan ribu pelajar lain di seluruh Indonesia dengan prestasi akademik yang gemilang.

Apalagi jumlah kursi yang tersedia dengan jumlah pendaftar memiliki perbandingan yang sangat timpang. Di Universitas Negeri Semarang (Unnes) misalnya. Dari 49.900 pendaftar, hanya 3.372 orang yang dinyatakan diterima. Artinya, satu kursi harus diperebutkan oleh 15 orang.

Setelah memeriksa kelulusan dalam laman snmptn.or.id, para pelajar tersebut masih harus melakukan satu tahapan lagi sebelum dinyatakan secara resmi sebagai mahasiswa di Unnes. Mereka harus terlebih dahulu melakukan registrasi.

“Pengumuman bisa diakses di laman http://registrasi.unnes.ac.id. Di laman itu juga dimuat pengumuman tentang registrasi calon mahasiswa baru Unnes hasil SNMPTN 2014,” kata Rektor Unnes Fathur Rokhman, seperti dinukil dari situs Unnes, Rabu (28/5/2014).

Fathur menyebut, mereka yang diterima lewat SNMPTN wajib mengisi borang isian data diri serta mengunggah dokumen yang dipersyaratkan secara online melalui laman http://datapokok.unnes.ac.id. Proses registrasi tersebut dimulai sejak 28 Mei 2014 hingga 5 juni mendatang.

Dia menyatakan, pengisian data diri calon mahasiswa akan menentukan besaran biaya kuliah yang harus mereka bayarkan. “Data ini yang akan menjadi dasar penetapan uang kuliah tunggal (UKT) bagi tiap-tiap calon mahasiswa,” jelasnya.

Dari 3.372 peserta SNMPTN yang diterima, hampir separuhnya atau sekira 1.399 orang merupakan calon penerima beasiswa Bidik Misi. “Total pemohon Bidik Misi ke Unnes melalui SNMPTN tahun ini 15.599 orang. Jumlah ini merupakan yang terbanyak di seluruh indonesia,” papar Fathur.

Pemohon Bidik Misi yang dinyatakan diterima, kata Fathur, Unnes masih akan melakukan verifikasi lapangan. Menurut Fathur, jika calon pemohon Bidik Misi terbukti berasal dari keluarga mampu, maka statusnya akan dicabut.

“Dengan melibatkan mahasiswa penerima Bidik Misi tahun sebelumnya, kami akan mengecek langsung ke rumah-rumah pemohon. Jika ternyata pemohon bukan berasal dari keluarga tidak mampu, maka statusnya sebagai calon penerima Bidik Misi dibatalkan,” tegasnya.

Read More..

Sudah Terima Hasil UN, Saatnya Daftar ke STAN Yuk

Pendaftaran SBMPTN 2014 - Sudah menerima hasil ujian nasional (UN), saatnya memilih perguruan tinggi alias kampus yang cocok dengan keinginan kamu. Baik itu jurusannya, maupun program studi yang akan diambil.

Nah, mungkin perguruan tinggi ini pas banget buat kamu. Ya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka peluang bagi putra putri warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dan mengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun akademik 2014/2015.

Mengutip laman Setkab, Jumat (23/5/2014), para mahasiswa akan direkrut sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) Golongan II di lingkungan Kementerian Keuangan. Adapun pendaftaran akan dibuka mulai 26 Mei-4 Juni 2014.

Beberapa program pun dibuka sesuai dengan kebutuhan, yakni Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Pajak, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai.

Kemudian ada Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Pajak, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Penilai, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kebendaharaan Negara, serta Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara.

Layaknya melamar CPNS, tes masuk ke STAN terdiri dari tes tertulis yang terdiri dari tes potensi akademik dan tes bahasa Inggris pada 29 Juni 2014 di 27 lokasi ujian di seluruh Indonesia yang sudah ditentukan.

Kemudian akan ada tes kesehatan-kebugaran dan wawancara pada 19-24 Agustus di beberapa lokasi yang sudah ditunjuk. Di tahap ini, peserta diharapkan mempersiapkan diri, berlatih, dan berolahraga sebelum pelaksanaan tes kebugaran-kesehatan.

Pengumuman SNMPTN 2014

Read More..

Untungnya Ikut SBMPTN Itu...blablablaaaa

Tahun ini, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk PTN selain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Pelaksanaan seleksi yang mengedepankan asas kepercayaan dan kebersamaan ini disebut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Read More..