Komunitas Penyandang Disabilitas Laporkan Mendiknas, Kenapa?

Pengumuman SNMPTN 2014 - Somasi yang diberikan oleh komunitas penyandang cacat beserta LBH Jakarta mengenai penghapusan syarat SNMPTN yang diskriminatif kepada kementrian pendidikan nasional per tanggal 11 Maret, belum juga digubris. Melihat tidak adanya niatan baik dari Mendiknas mengenai somasi tersebut, LBH Jakarta dan komunitas penyandang disabilitas, akhirnya melaporkan Mendiknas ke Ombudsman.

"Kami meminta Ombudsman untuk memanggil Mendiknas," ujar pengacara publik LBH Jakarta,Tigor Hutapea , dikantor Ombudsman, Selasa (15/4).

Kalau pun memang hanya memanggil panitia SNMPTN, Tigor menambahkan, ia ingin para majelis rektor juga dipanggil. Karena jika hanya panitia, mereka itu menjalankan kebijakan. Menurut Perwakilan dari LBH Jakarta ini sebagai penyelenggara pepnyelenggara publik, Mendiknas seharusnya memberikan respon secara resmi terkait somasi atau aduan masyarakat.

Dalam pertemuan ini, komunitas disabilitas dan LBH Jakarta memberikan permintaan kepada Ombudsman agar disampaikan kepada pihak Mendiknas. Pihaknya juga meminta agar Mendiknas secepatnya mengeluarkan keputusan terkait syarat-syarat SNMPTN yang diskriminatif untuk segera dihapuskan, serta kembali membuka pendaftaran SNMPTN bagi penyandang disabilitas.

Menanggapi pengaduan ini, anggota bidang penyelesaian Ombudsman, Budi Santoso mengungkapkan, akan secepatnya menindaklanjuti dengan memanggil para petinggi dari panitia SNMPTN serta para rektor perguruan tinggi negeri (PTN).

"Kita akan mengundang pihak yang terkait dengan persoalan ini,khusunya para rektor," tutur Budi Santoso. Belum ada niatan untuk memanggil langsung Mendiknas, dikarenakan para pejabat yang berada dijajaran dirjenlah yang menentukan persyaratan ini.

Budi menuturkan, pihaknya siap mendatangkan perwakilan para rektor pada tanggal 29 april mendatang. Ombudsman akan mencari tahu terlebih dahulu, alasan para rektor mengadakan persyaratan ini. Pasalnya dari berbagai perguruan tinggi, persyaratan masih banyak perbedaan.

Read More..

SNMPTN, Satu Kursi Unsyiah Diperebutkan 11 Siswa

Sebanyak 23.107 siswa terdaftar sebagai peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, tahun ini. Mereka akan memperebutkan 2.200 jatah kursi yang disediakan Unsyiah lewat jalur undangan tersebut.

Humas Unsyiah, Ilham Maulana mengatakan, peserta yang terdaftar merupakan siswa SMA sederajat dari berbagai jurusan seperti IPA, IPS, Bahasa, dan kejuruan.

"Pendaftar di Unsyiah ini didominasi oleh peserta asal Aceh sebanyak 20.372 orang, asal Sumatera Utara sebanyak 1.925 orang, serta dari Sumatera Barat sebanyak 580 orang," kata Ilham, di Banda Aceh, Rabu .

Dari Aceh sendiri, kata dia, peserta terbanyak berasal dari Banda Aceh (3.378 orang). Kemudian, peserta juga datang dari Aceh Besar (1.622 orang), Aceh Utara (1.614 orang), serta Lhokseumawe (1.495 orang).

Secara nasional, pendaftar SNMPTN di berbagai PTN seluruh Indonesia tahun ini berjumlah 777.537 orang berasal dari 13 ribu lebih sekolah. Angka ini naik 14.847 orang dibanding 2013.

Ilham menyebutkan, lima program studi (prodi) jurusan IPA paling banyak dipilih peserta SNMPTN di Unsyiah adalah Pendidikan Informatika, Farmasi, Kedokteran, Ilmu Keperawatan, dan Teknik Sipil. Sementara untuk jurusan IPS, prodi favorit adalah Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Ilmu Hukum.

"Jumlah pelamar beasiswa bidikmisi yang terdata di hari terakhir pendaftaran SNMPTN di Unsyiah adalah 6.360 orang. Unsyiah telah mengusulkan untuk mendapatkan kuota penerima baru beasiswa bidikmisi sebanyak 1.500 orang pada 2014 ini. Sedangkan secara nasional, jumlah pemohon beasiswa bidikmisi sebanyak 152.263 orang," ujar Ilham.

Read More..

UN, Unnes Siapkan 180 Petugas Pemindai

Pendaftaran SBMPTN 2014 - Univertas Negeri Semarang (Unnes) akan mengerahkan 180 petugas untuk memindai 1.496.272 lembar jawab Ujian Nasional (UN) SMA/SMK.

“Mereka akan mengoperasikan 23 alat pemindai dengan teknologi image scanning dan opscan,” ungkap Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum selaku penanggung jawab pengawasan dan pemindaian UN SMA/SMK 2014 di Jawa Tengah, Jumat (11/4), di kampus Sekaran.

Alat pemindai itu, menurut Prof Fathur, memiliki kecepatan pindai 60 lembar per menit atau satu lembar per detik.

“Para petugas itu akan bekerja nonsetop siang-malam. Mereka bertugas dalam tiga shift,” katanya.

Dengan alat dan pengerjaan itu, dia menjamin pemindaian akan selesai tepat waktu.

“Kami perhitungkan enam hari saja sudah selesai. Kami bertekad untuk kembali menjadi yang tercepat dalam megirimkan hasil pindai sebagaimana tahun lalu,” katanya.

Dia juga mengemukakan, begitu selesai ujian setiap harinya lembar jawab dari berbagai kabupaten/kota dikirim ke Unnes.

“Setelah pemberkasan, lembar jawab langsung dipandai,” katanya.

Pada bagian lain, Rektor mengingatkan para pengawas yang bertugas, baik di dalam kelas, satuan pendidikan, maupun koordinator pengawas kabupaten untuk melakukan deteksi dini terhadap setiap kemungkinan kecurangan.

“Peserta UN yang terbukti melakukan kecurangan akan kami rekomendasikan untuk tidak diperhitungkan dalam seleksi masuk ke perguruan tinggi, baik Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), maupun seleksi mandiri. UN jujur dan berprestasi, itu yang meski kita kedepankan,” tandasnya.
Read More..

UNS Perketat Verifikasi Bidikmisi, Pemohon Berguguran

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperketat proses seleksi mahasiswa baru yang mengajukan untuk memperoleh beasiswa Bidikmisi. Pasalnya,kuota beasiswa yang diterima UNS dari Dikti dikurangi hanya 1.320 mahasiswa baru.

Pembantu Rektor I UNS Bidang Akademik, Sutarno, mengemukakan, pemerataan beasiswa Bidikmisi untuk perguruan tinggi (PT) di seluruh Indonesia menjadi alasan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) tidak menyetujui pengajuan tersebut. Dari jumlah. 1.320 tersebut, Sutarno mengemukakan sebanyak 1.234 di antaranya telah dipastikan untuk maru dari jalur SNMPTN dan SBMPTN.

Sehingga tersisa 86 kursi beasiswa Bidikmisi yang direncanakan untuk maru dari jalur UMBPT jenjang S1 dan program Diploma. Untuk itu, pihaknya benar-benar selektif dan memperketat proses verifikasi pengajuan Bidikmisi oleh mahasiswa "Sejauh ini dari hasil verifikasi dipastikan 30 mahasiswa pemohon Bidikmisi dipastikan gugur," katanya.
Read More..

Humas: 1.862 Peserta SBMPTN di Padang Gugur

Sebanyak 1.862 peserta ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Padang, Sumatera Barat, dinyatakan gugur karena absen pada hari pertama pelaksanaan ujian, kata Humas Panitia Lokal 17 SBMPTN Amril Amir.

"Berdasarkan data yang dihimpun panitia terdapat 1.862 perserta yang tidak mengikuti ujian pada hari pertama tanpa keterangan apapun dan secara otomatis mereka dinyatakan gugur," kata Amril Amir di Padang, Rabu. Menurutnya, banyaknya peserta yang tidak hadir kemungkinan besar karena sudah lulus pada jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Namun, karena sudah terlanjur membeli formulir SBMPTN serta melakukan pendaftaran, sementara mereka sudah diterima akhirnya tercatat sebagai peserta ujian yang tidak hadir, kata dia. Ia merinci peserta SBMPTN Bidang Sosial Humaniora yang terdaftar sebanyak 15.224, namun
Read More..

963 Peserta SBMPTN UNS Ikuti Ujian Keterampilan

Sebagian peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang mendaftar pada program studi (prodi) mewajibkan ujian keterampilan seperti prodi olahraga dan seni rupa, seusai ujian tulis SBMPTN dilanjutkan ujian ketrampilan pada 20 dan 21 Juni 2013.

Demikian disampaikan Ketua Panitia SBMPTN 2013 UNS Prof. Drs. Sutarno, MSc. PhD didampingi Rektor UNS Prof Dr. Ravik Karsidi, MS saat memberi keterangan pers, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/6/2013).

"Untuk prodi olahraga, pelaksanaan ujian keterampilan olahraga dan tes kesehatan dilangsungkan di Kampus Pendidikan Olahraga Kesehatan (POK) FKIP UNS, Manahan Solo, 20 dan 21 Juni 2013," jelasnya.

Sedang untuk prodi Seni Rupa baik nonkependidikan dan kependidikan, menurut Sutarno, berlangsung 20 dan 21 Juni 2013 di Auditorium UNS, dengan materi tes, yani tes potensi kreatif (TPK), uji menggambar ekspresi dan uji menggambar bentuk. "Peserta ujian sebanyak 963 orang, dengan rincian sebanyak 546 peserta ujian keterampilan olahraga dan 417 ujian keterampilan seni rupa," pungkasnya. Read More..

Ada 'Joki' di SBMPTN Universitas Jember

Jember - Para joki ini 'bebas' beraksi selama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Jember, Jawa Timur, tahun ini. Panitia lokal seleksi tak akan menganggu mereka yang tengah mengisi lembar jawaban dari peserta seleksi. "Ini joki resmi atau legal," kata Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember, Rokhani, sambil tersenyum, Selasa, 18 Juni 2013.

Joki yang dimaksud Rokhani adalah panitia lokal SBMPTN yang memang ditugasi membantu mengisi lembar jawaban ujian bagi peserta ujian yang tangannya patah akibat kecelakaan. Ada dua peserta SBMPTN yang harus dibantu para 'joki' itu. Mereka adalah Imas Putri dan Inez Kurnia Sandy. Keduanya harus dibantu mengisi lembar jawaban. Imas keseleo dan Inez patah lengan kanan. Imas kecelakaan saat berangkat ujian dari rumahnya di Kecamatan Wuluhan, sekitar 45 kilometer arah selatan kota Jember.

"Dibonceng adik, menabrak orang menyeberang jalan di kecamatan Balung tadi pagi," kata dia. Happy Harmono, pengawas ujian mengatakan, Imas terpaksa dibantu karena tangan kanannya masih tidak bisa digunakan untuk menulis. Panitia menempatkan dia di ruang khusus di SMA Muhammadiyah 3 Jember. Untuk mengisi data diri dalam lembar jawaban dia mendikte petugas jaga. Sedangkan untuk mengisi jawaban soal, dia cukup memberi tanda titik pada lingkaran yang menjadi pilihan. "Baru 'joki' yang mengarsir,"kata Happy. Sedangkan Inez mengalami kecelakaan sepekan lalu. Calon mahasiswa asal Bondowoso itu mengalami patah tulang selangka dan lengan kanannya. Akhirnya, dia dibantu oleh para 'joki' di salah satu ruang di kampus FKIP Universitas Jember.

"Ya, dia hanya melihat saya mengarsir lembar jawaban yang dipilihnya,"ujar Ilham Purnomo, salah satu panitia yang membantu Inas. Mulai hari ini sampai besok sebanyak 8.866 orang peserta SBMPTN masuk Universitas Jember. Di Panitia lokal Jember, sebanyak 8.866 peserta itu terbagi di tiga kelompok ujian, yakni Sains Teknologi sebanyak 3.606 orang, Sosial HUmaniora sebanyak 3.378 orang dan Campuran sebanyak 1.882 orang. Menurut Rokhani, peserta SBMPTN tahun ini menurun dibandingkan pada 2012. Tahun lalu peserta SBMPTN di panitia lokal Jember mencapai 9.470 orang.

"Sekarang 8.866 turun 604 orang. Ini tidak aneh, karena kuota terbanyak yakni 50 persen sudah diambil SNMPTN. SBMPTN tahun ini kuotanya 30 persen," ujar dia. Khusus di Universitas Jember kuota kursi untuk peserta SBMPTN hanya 1.487 kursi. Karena tempat yang tersedia tidak cukup, kata dia, panitia ujian menggunakan beberapa gedung, seperti SMPN 3 Jember, SMAN 2 Jember, SMA Muhammadiyah 3 Jember, STIE Mandala serta di Politeknik Negeri Jember. "Unej sendiri hanya mampu menampung sebanyak 6.200 kursi peserta ujian,"katanya.
Read More..